Sabtu, 20 Agustus 2011

BE POSSITIVE NURSE

Kata indah penuh  makna dan  kritik yang disampaikan kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa tengah saat membuka Musprop PPNI VIII di Tegal ,beliau mengatakan “ bahwa perkembangan perawat saat ini boleh dikatakan sangat dahsyat, dalam arti keilmuan dan tingkat pendidikan, namun demikian beliau  sangat menyayangkan bahwa perkembangan yang baik tersebut ternyata tidak diimbangi dengan sikap professional perawat”, Image yang beredar selama ini perawat hanya menjalankan order dokter, sehingga manakala terjadi perubahan kondisi pada pasien kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, seharusnya itu tak boleh terjadi. Masih banyak kita jumpai pasien yang mengeluhkan tentang sikap perawat yang kurang ramah, cuek, acuh tak acuh atau bila diterjemahkan dalam bahasa kita kurang care terhadap pasien.
Ya, kita harus malu, karena itu kenyataannya, bukan malu untuk mengakuinya, tetapi harus malu karena kita adalah perawat. Siapa yang akan membangun citra diri perawat kalau bukan perawat itu sendiri. Bagaimana kita mengharapkan orang (profesi lain) menghargai kita jika kita tidak menghargai diri kita sendiri. Dari segi ilmu keperawatan dan tingkat pendidikan yang berkembang pesat kita boleh bangga, tapi dari sisi professional adakah yang bias kita banggakan …??? Mari kita tanya hati kita masing- masing, apakah sikap kita, tindakan kita, perasaan kita, sudahkah mencerminkan profesi kita …??
Sebenarnya “core problem”, akar masalahnya adalah diri kita sendiri, sekarang bagaimana menumbuhkan kesadaran diri “awareness” sebagai seorang perawat, ini adalah “PR” kita bersama. Agar kita cinta perawat. Agar kita bangga terhadap profesi kita. Apabila teman- teman di puskesmas merasa bangga karena dipanggil sebagai dokter, yang notabene bukan diri (profesi) kita seharusnya kita merasa malu, malu kepada diri kita sendiri.  apabila pelayanan yang kit berikan  baik, service kita memuaskan, ini harus menjadi  kebanggaan untuk kita, dan inilah figur seorang perawat.
Bagaimana memandang diri kita lebih baik dan lebih positif. Langkah pertama adalah merubah mindset (pola pikir) kita, jika selama ini yang kita harap adalah apa yang bisa kita dapat dari profesi kita, mulai saat ini kita harus merubahnya, “bukan apa yang bisa kita dapat, tapi apa yang bisa kita perbuat”. Slogan ini yang harus kita kobarkan dalam hati kita. Siapa yang akan membangun profesi kita bila bukan kita sendiri. Langkah kedua adalah  membangun gerakan cinta perawat, gerakan cinta dari ‘pelaku’nya (perawat) bukan dari orang lain. Mustahil kita dapat memberikan yang terbaik, kepada profesi kita, kepada penerima jasa pelayanan kita (pasien/masyarakat) tanpa ada unsur cinta didalamnya. Gerakan cinta perawat ini yang harus selalu kita gelorakan. Tunjukkan lewat karya terbaik kita. Mari kita membangun idealisme yang tinggi untuk bersama- sama keluar dan bangkit dari senja goresan cakrawala dunia keperawatan yang nampak suram.
Bila kita mengharapkan sebuah perubahan, kita harus merubah dari diri kita sendiri, jangan kita menjadi kelompok “passivasionis” yang mau sesuatu tetapi tanpa melakukan apa- apa atau kelompok “NATO” (Not Action Talk Only), kita harus bertanggung jawab untuk bersama- sama membangun profesi kita.
“… jika ada sebuah pekerjaan yang menempatkan diri kita di bibir jurang surga, maka profesi itu salah satunya adalah perawat”. Perawat adalah profesi mulia.
Mari teman-teman, mari kawan- kawan, sahabat- sahabat perawatku, kita bersama- ama membangun diri (profesi) kita, menampilkan ‘wajah’ kita yang sesungguhnya. Siapapun diri kita saat ini, sehebat apapun kita, kita adalah perawat. Banggalah menjadi seorang perawat dan teriakkan ….. “BE POSSITVE NURSE” …..!!! Sematkan itu di dalam hati kita, fikiran kita, dan jiwa kita. Ingat kita akan perjuangan seorang Florence Nightingale, kibarkan semangatnya, sifatnya yang humanis, ketabahan, kekuatan, dan keuletannya dalam mengembangkan dunia keperawatan haruslah menjadi teladan perawat- perawat masa kini. Kesabaran, kesederhanaan, keikhlasan dalam melayani para pasien adalah hal- hal yang harus kita contoh dari seorang Florence Nightingale. Care-nya pada semua pasien, empati, perjuangan, dan totalitasnya dalam pelayanan merupakan hal- hal yang merupakan panutan bagi semua perawat. Florence Nightingale merupakan sosok yang mampu menginspirasi perawat untuk mengangkat harkat dan martabat profesi keperawatan.
Menjadi ~ “Be Possitive Nurse” untuk membangun kesadaran diri ~ “Nurse Awareness” menuju ~ “Possitive Practice Nurse”.                     ”Best bractice nurse “
Ingat 3M, Mulai saat ini, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai bertindak.
Selamat berkarya sahabat – sahabatku, persembahkan karya terbaik kita, and ……. “Be a Spectacular Nurse” …. !!!

Salam,
“MAJU BERSAMA SUKSES BERSAMA”                                                         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar